Sajakku

Bunga di Atas Rumahmu adalah Rinduku
Karya : Dhylan & Sholikah
Aku membawa seikat bunga dan segenggam rindu
Untukmu dan malam itu
Sengaja kuselipkan setangkai bungaku
Pada hasratmu
Dan kini kuteringat saat pertama berbincang denganmu

Tak kuliarkan satu katapun
S’gala yang kau sampaikan

Bunga di atas atap rumahmu adalah rinduku
Bunga di atas atap rumahmu adalah rinduku
Semua terkenang
Semua terngiang
Menyulut kerinduan
Senyum bibirmu
Gerak tubuhmu
Semua tentang dirimu

———-o———

Malamku
Karya : Sholikah Yuliana

Kudapati matamu dalam kalammu
Tak kau jelaskan apa warnamu
Kala malammu, matahari menoleh pada redupku
Pertama, ku tangkap kilat dari keasingan
Apa
Siapa
Bagaimana
Bayangan berwujud ada karenamu
Tidak kebetulan dan sengaja
Hanya sebuah cerita yang kusamakan
Seperti benang terurai dari kusut
Lalu bertemu pada ujung
Kau sampaikan kalammu pada malamku

———-o———

Melodi Rindu
Karya : Sholikah Yuliana W

Desir.. desir… desir…
Semerbak bunga-bunga berjatuh
Menyampaikan aroma teduh tubuhmu
Desir menggoyang-goyang serdadu hijau
Rintik menunduk dan rapuh

Dalam sepi… sepi…
Orang-orang bercengkerama
Menulis tanpa debu kata
Lalulalang kisah dan cerita
Rintik kecil, merunggut membasahi
Adakah kamu
Merindu rinduku
Merindu padaku
Merindu padamu
Padamu bulan bermelodi malam bersuara sepi
Menyampaikan kasih dan rindu

———-o———

Bukan
Karya : Ramadhani

Bukan,
Bukan maksudku meninggikan harap
Lantas jika kau jatuh terlalu dalam,
aku yang akan kau paksa bertanggungjawab?

Bukan,
Bukan maksudku memberi harapan palsu
Aku hanya bersikap layaknya teman baik
Jangan salahkan aku,
Barangkali kau yang terlalu banyak membawa perasaanmu

Bukan,
BUkan maksudku membuatmu terbang
Maaf Tuan,
Jika dulu ku membalas mentah,
Aku takut kau akan terluka melebihi perihnya lukamu saat ini

Kemudian kau salahkan aku?
Lantas apa maumu?
Aku tak menyalahkan perasaanmu,
Begitu juga perasaanku.
Jangan memaksa men-sejajarkannya,
‘Perasaan’ bukan garis lurus.

Sudah…
Bangun, bersihkan lukamu, tata kembali hatimu, SENDIRI.
Aku akan mendoakanmu agar cepat pulih.

———-o———

Aku Bukan Puisi
Karya : Faisal Muhammad N. S.

Dalam keremangan malam
Ialah aku sebagai api
Maka bersandarlah dalam cahyanya
Atau melebur dalam hangatnya
Bersama rumput, ranting, atau batu
Engkau meluruh
Rapuh
Menjelma abu

Dalam deret awan yang turun lewat gerimis
Ialah aku sebagai elangi
Di pekarangan
Aku mawar dengan duri
Namun nyata
Aku bukanlah puisi

———o——–

Dia Datang Saat Kau Percaya

Karya : Rizky Annisa

Apa sesakit itu, yang kau alami?
Hingga luka di hatimu sedalam itu?
Semalang itu nasib yang kau alami?
Hingga kau tak percaya ada kemujuran disana?
Semenderita itu, derita yang kau alami?
Hingga kau tak menyadari bahwa di luar sana ada yang lebih menderita?

Aku tak punya apa-apa untuk menghilangkan beban yang kau tanggung.
Jangankan untuk itu, meringankan bebanmu mungkin aku tak bisa.

Semua hal terjadi karena kau sendiri. Pilihan yang kau pilih.
Jujur ini juga membingungkan untukku.
Percuma merisaukan apa yang telah terjadi, itu tidak akan berubah.
Pun sama, merisaukan apa yang akan terjadi.
Karena itu bukan ranah kita.

Jalanilah dengan penuh kesabaran, teman.
Ini memang tak semudah itu.
Seperti membalikkan telapak tangan.
Tapi Allah selalu bersama dengan hamba-Nya.

Saat kau masih berpikir bahwa ini sangatlah sulit.
Maka kesulitan akan datang sesuai dengan apa yang kau pikirkan.
Berbeda saat kau yakin bahwa kau bisa menjalani semua ini dengan sebuah senyuman.

Walau terkadang hatimu sangat sakit. Badai pasti kan berlalu.
Akan ada pelangi setelah hujan.
Hal yang perlu kau lakukan saat ini adalah menikmati butiran hujan.
Kebahagiaan akan datang menggampirimu saat kau percaya dia akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *